ALBUM FOTOKU

0 komentar


Read More »

MY PROFILE

0 komentar
NAMA:ZAHRA PUTRI KHUMAIRAH
KELAS;IX.C
HOBI:FANGIRL,MAKAN,REBAHAN,BACA NOVEL,MAIN HP,NONTON DRAMA KOREA

Read More »

Materi Matematika kelas 9 k13 revisi

0 komentar
1.1 Bilangan Berpangkat
Perpangkatan adalah perkalian berulang dari suatu bilangan yang sama.
Bentuk umum dari perpangkatan adalah an = a × a × a × … × a, dengan n bilangan bulat positif sebanyak n
Contoh, perpangkatan 3 adalah 3 × 3 × 3 × 3 × 3 = 35
35 adalah perpangkatan 3.
3 disebut sebagai bilangan pokok (basis) sedangkan 5 sebagai pangkat (eksponen).

1.2 Perkalian pada Perpangkatan
Hasil kali dari perpangkatan dengan basis yang sama
Sifat perkalian dalam perpangkatan: am × an = am + n
Contoh: 32 × 33 = 32 + 3 = 35
Hasil pemangkatan dari perpangkatan dengan basis yang sama
Sifat pemangkatan pada perpangkatan: (am)n = am∙n = amn
Contoh: (32)3 = 32∙3 = 36
Hasil perpangkatan dari suatu perkalian bilangan
Sifat perpangkatan dari perkalian bilangan: (a∙b)m = ambm
Contoh: (2∙3)3 = 23∙33

1.3 Pembagian pada Perpangkatan
Hasil bagi dari perpangkatan dengan basis yang sama
Materi Matematika Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018

Perpangkatan pada pecahan
Materi Matematika Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018

1.4 Pangkat Nol, Pangkat Negatif, dan Bentuk Akar
PANGKAT NOL
Untuk setiap a bilangan real tak nol, a0 bernilai 1
Secara aljabar dapat ditulis kembali sebagai a0 = 1 untuk a bilangan real dan a ≠ 0
PANGKAT NEGATIF
Untuk setiap a bilangan real tak nol dan n bilangan bulat, berlaku:
Materi Matematika Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018
untuk a ≠ 0, a bilangan real dan n bilangan bulat
BENTUK AKAR

1.5 Notasi Ilmiah (Bentuk Baku)
Notasi ilmiah (bentuk baku) dari suatu bilangan positif dituliskan dalam bentuk a × 10n
dengan … 1 < a < 10 … dan n adalah bilangan bulat.
Misalkan notasi ilmiah untuk 2.300 adalah
Materi Matematika Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018

Bab II Persamaan dan Fungsi Kuadrat

2.1 Persamaan Kuadrat
Persamaan kuadrat satu variabel adalah suatu persamaan yang pangkat tertingginya dua. Secara umum, bentuk persamaan kuadrat adalah ax2 + bx + c = 0 dengan a ≠ 0, a, b, c ∈ R.
Konstanta a, b, c pada persamaan ini disebut sebagai koefisien.
Beberapa contoh persamaan kuadrat yaitu: 3x2 – 7x + 5 = 0, x2 – x + 12 = 0, x2 – 9 = 0, 2x(x – 7) = 0 dan lainnya.

2.2 Grafik Fungsi Kuadrat
Fungsi kuadrat merupakan fungsi yang berbentuk y = ax2 + bx + c, dengan a ≠ 0.
Grafik dari fungsi kuadrat menyerupai parabloa, sehingga dapat dikatakan juga sebagai fungsi parabola.
Nilai a pada fungsi y = ax2 + bx + c akan mempengaruhi bentuk grafiknya. Jika a positif maka grafiknya akan terbuka ke atas.
Sebaliknya jika a negatif maka grafiknya akan terbuka ke bawah. Jika nilai a semakin besar maka grafiknya menjadi lebih “kurus”.

2.3 Sumbu Simetri dan Nilai Optimum
 Fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c mempunyai sumbu simetriMateri Matematika Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018
Dengan nilai optimumnya adalahMateri Matematika Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018
Langkah-langkah mensketsa grafik fungsi kuadrat:
Langkah 1. Menentukan bentuk parabola (terbuka ke atas atau ke bawah).
Langkah 2. Menentukan perpotongan grafik terhadap sumbu-x; yaitu, koordinat titik potongnya adalah (x1, 0) yang memenuhi persamaan f(x1) = 0
Langkah 3. Menentukan perpotongan grafik terhadap sumbu-y; yaitu, koordinat titik potongnya adalah (0, y1) dengan y1 didapatkan berdasarkan persamaan y1 = f(0)
Langkah 4. Menentukan sumbu simetri dan nilai optimum dari grafik fungsi.
Langkah 5. Mensketsa grafik fungsi kuadrat berdasarkan langkah (1), (2), (3), dan (4).

Materi Matematika Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018

2.4 Menentukan Fungsi Kuadrat
Untuk menentukan fungsi kuadrat diperlukan beberapa informasi, di antaranya sebagai berikut.
1. Beberapa titik koordinat yang dilalui fungsi kuadrat tersebut.
2. Titik potong fungsi kuadrat tersebut di sumbu-x.
3. Titik potong fungsi kuadrat tersebut di sumbu-y.
4. Titik puncak dan sumbu simetri.
Langkah pertama untuk mendapatkannya adalah dengan memisalkan fungsi kuadrat tersebut dengan f(x) = ax2 + bx + c. Berikut ini adalah langkah selanjutnya berdasarkan informasi-informasi di atas.
1. Jika diketahui beberapa titik koordinat yang lain.
    Jika fungsi kuadrat tersebut melalui koordinat (p, q), maka diperoleh f(p) = q.
2. Jika diketahui titik potong fungsi kuadrat tersebut di sumbu-x.
    Jika fungsi kuadrat memotong sumbu-x di (p, 0) dan (q, 0) maka fungsi kuadrat tersebut dapat      dituliskan menjadi f(x) = a(x − p)(x − q).
3. Jika diketahui titik potong fungsi kuadrat tersebut di sumbu-y.
    Jika fungsi kuadrat memotong sumbu-x di (0, r) maka diperoleh f(0) = r
    Dengan mensubstitusikan nilai 0 pada f(x) diperoleh f(0) = a(0)2 + b(0) + c = c.
   Sehingga diperoleh c = r.

2.5 Aplikasi Fungsi Kuadrat
Langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah optimalisasi fungsi kuadrat.
Langkah 1. Tentukan variabel yang akan dioptimalisasi yaitu y dan variabel yang bebas yaitu x.
Langkah 2. Jika model y = ax2 + bx + c tidak diketahui maka bentuklah model y = ax2 + bx + c dari permasalahan.
Langkah 3. Tentukan nilai optimum dari model yang didapatkan pada Langkah 2.

Bab III Transformasi

3.1 Pencerminan (Refleksi)
Pencerminan merupakan jenis transformasi yang memindahkan setiap titik pada suatu bidang dengan menggunakan sifat benda dan bayangannya pada cermin datar.
Sifat bayangan benda yang dibentuk oleh pencerminan di antaranya sebagai berikut.
– Bayangan suatu bangun yang dicerminkan memiliki bentuk dan ukuran yang sama dengan bangun aslinya.
– Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda aslinya ke cermin.
– Bayangan bangun pada cermin saling berhadapan dengan bangun aslinya.

3.2 Pergeseran (Translasi)
Translasi merupakan salah satu jenis transformasi yang bertujuan untuk memindahkan semua titik suatu bangun dengan jarak dan arah yang sama.

3.3 Rotasi
Merupakan salah satu bentuk transformasi yang memutar setiap titik pada gambar sampai sudut dan arah tertentu terhadap titik yang tetap.
Titik tetap ini disebut pusat rotasi.
Besarnya sudut dari bayangan benda terhadap posisi awal disebut dengan sudut rotasi.

3.4 Dilatasi
Dilatasi terhadap titik pusat merupakan perkalian dari koordinat tiap-tiap titik pada suatu bangun datar dengan faktor skala sebesar k.
Faktor skala menentukan apakah suatu dilatasi merupakan pembesaran atau pengecilan.
Secara umum dilatasi dari suatu koordinat (x, y) dengan faktor skala k akan menghasilkan koordinat (kx, ky) atau dapat ditulis (x, y) → (kx, ky).
Ketika k > 1 maka dilatasi tersebut termasuk ke dalam pembesaran, tetapi jika 0 < k < 1 maka dilatasi tersebut termasuk ke dalam pengecilan.
Untuk memperbesar atau memperkecil bangun, letak pusat dilatasi dapat di dalam, di luar, atau pada tepi bangun yang akan didilatasikan.

Bab IV Kekongruenan dan Kesebangunan

4.1 Kekongruenan Bangun Datar
Dua bangun yang mempunyai bentuk dan ukuran yang sama dinamakan kongruen.
Dua bangun segi banyak (poligon) dikatakan kongruen jika memenuhi dua syarat, yaitu:
(i) sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang.
(ii) sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.

4.2 Kekongruenan Dua Segitiga
Dua bangun yang mempunyai bentuk dan ukuran yang sama dinamakan kongruen.
Dua segitiga dikatakan kongruen jika memenuhi syarat berikut ini:
(i) sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang
(ii) sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.

4.3 Kesebangunan Bangun Datar
Dua bangun datar yang mempunyai bentuk yang sama disebut sebangun.
Tidak perlu ukurannya sama, tetapi sisi-sisi yang bersesuaian sebanding (proportional) dan sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.
Perubahan bangun satu menjadi bangun lain yang sebangun melibatkan perbesaran atau

Bab II Persamaan dan Fungsi Kuadrat

2.1 Persamaan Kuadrat
Persamaan kuadrat satu variabel adalah suatu persamaan yang pangkat tertingginya dua. Secara umum, bentuk persamaan kuadrat adalah ax2 + bx + c = 0 dengan a ≠ 0, a, b, c ∈ R.
Konstanta a, b, c pada persamaan ini disebut sebagai koefisien.
Beberapa contoh persamaan kuadrat yaitu: 3x2 – 7x + 5 = 0, x2 – x + 12 = 0, x2 – 9 = 0, 2x(x – 7) = 0 dan lainnya.

2.2 Grafik Fungsi Kuadrat
Fungsi kuadrat merupakan fungsi yang berbentuk y = ax2 + bx + c, dengan a ≠ 0.
Grafik dari fungsi kuadrat menyerupai parabloa, sehingga dapat dikatakan juga sebagai fungsi parabola.
Nilai a pada fungsi y = ax2 + bx + c akan mempengaruhi bentuk grafiknya. Jika a positif maka grafiknya akan terbuka ke atas.
Sebaliknya jika a negatif maka grafiknya akan terbuka ke bawah. Jika nilai a semakin besar maka grafiknya menjadi lebih “kurus”.

2.3 Sumbu Simetri dan Nilai Optimum
 Fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c mempunyai sumbu simetriMateri Matematika Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018
Dengan nilai optimumnya adalahMateri Matematika Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018
Langkah-langkah mensketsa grafik fungsi kuadrat:
Langkah 1. Menentukan bentuk parabola (terbuka ke atas atau ke bawah).
Langkah 2. Menentukan perpotongan grafik terhadap sumbu-x; yaitu, koordinat titik potongnya adalah (x1, 0) yang memenuhi persamaan f(x1) = 0
Langkah 3. Menentukan perpotongan grafik terhadap sumbu-y; yaitu, koordinat titik potongnya adalah (0, y1) dengan y1 didapatkan berdasarkan persamaan y1 = f(0)
Langkah 4. Menentukan sumbu simetri dan nilai optimum dari grafik fungsi.
Langkah 5. Mensketsa grafik fungsi kuadrat berdasarkan langkah (1), (2), (3), dan (4).

2.4 Menentukan Fungsi Kuadrat
Untuk menentukan fungsi kuadrat diperlukan beberapa informasi, di antaranya sebagai berikut.
1. Beberapa titik koordinat yang dilalui fungsi kuadrat tersebut.
2. Titik potong fungsi kuadrat tersebut di sumbu-x.
3. Titik potong fungsi kuadrat tersebut di sumbu-y.
4. Titik puncak dan sumbu simetri.
Langkah pertama untuk mendapatkannya adalah dengan memisalkan fungsi kuadrat tersebut dengan f(x) = ax2 + bx + c. Berikut ini adalah langkah selanjutnya berdasarkan informasi-informasi di atas.
1. Jika diketahui beberapa titik koordinat yang lain.
    Jika fungsi kuadrat tersebut melalui koordinat (p, q), maka diperoleh f(p) = q.
2. Jika diketahui titik potong fungsi kuadrat tersebut di sumbu-x.
    Jika fungsi kuadrat memotong sumbu-x di (p, 0) dan (q, 0) maka fungsi kuadrat tersebut dapat      dituliskan menjadi f(x) = a(x − p)(x − q).
3. Jika diketahui titik potong fungsi kuadrat tersebut di sumbu-y.
    Jika fungsi kuadrat memotong sumbu-x di (0, r) maka diperoleh f(0) = r
    Dengan mensubstitusikan nilai 0 pada f(x) diperoleh f(0) = a(0)2 + b(0) + c = c.
   Sehingga diperoleh c = r.

2.5 Aplikasi Fungsi Kuadrat
Langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah optimalisasi fungsi kuadrat.
Langkah 1. Tentukan variabel yang akan dioptimalisasi yaitu y dan variabel yang bebas yaitu x.
Langkah 2. Jika model y = ax2 + bx + c tidak diketahui maka bentuklah model y = ax2 + bx + c dari permasalahan.
Langkah 3. Tentukan nilai optimum dari model yang didapatkan pada Langkah 2.

Bab III Transformasi

3.1 Pencerminan (Refleksi)
Pencerminan merupakan jenis transformasi yang memindahkan setiap titik pada suatu bidang dengan menggunakan sifat benda dan bayangannya pada cermin datar.
Sifat bayangan benda yang dibentuk oleh pencerminan di antaranya sebagai berikut.
– Bayangan suatu bangun yang dicerminkan memiliki bentuk dan ukuran yang sama dengan bangun aslinya.
– Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda aslinya ke cermin.
– Bayangan bangun pada cermin saling berhadapan dengan bangun aslinya.

3.2 Pergeseran (Translasi)
Translasi merupakan salah satu jenis transformasi yang bertujuan untuk memindahkan semua titik suatu bangun dengan jarak dan arah yang sama.

3.3 Rotasi
Merupakan salah satu bentuk transformasi yang memutar setiap titik pada gambar sampai sudut dan arah tertentu terhadap titik yang tetap.
Titik tetap ini disebut pusat rotasi.
Besarnya sudut dari bayangan benda terhadap posisi awal disebut dengan sudut rotasi.

3.4 Dilatasi
Dilatasi terhadap titik pusat merupakan perkalian dari koordinat tiap-tiap titik pada suatu bangun datar dengan faktor skala sebesar k.
Faktor skala menentukan apakah suatu dilatasi merupakan pembesaran atau pengecilan.
Secara umum dilatasi dari suatu koordinat (x, y) dengan faktor skala k akan menghasilkan koordinat (kx, ky) atau dapat ditulis (x, y) → (kx, ky).
Ketika k > 1 maka dilatasi tersebut termasuk ke dalam pembesaran, tetapi jika 0 < k < 1 maka dilatasi tersebut termasuk ke dalam pengecilan.
Untuk memperbesar atau memperkecil bangun, letak pusat dilatasi dapat di dalam, di luar, atau pada tepi bangun yang akan didilatasikan.

Bab IV Kekongruenan dan Kesebangunan

4.1 Kekongruenan Bangun Datar
Dua bangun yang mempunyai bentuk dan ukuran yang sama dinamakan kongruen.
Dua bangun segi banyak (poligon) dikatakan kongruen jika memenuhi dua syarat, yaitu:
(i) sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang.
(ii) sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.

4.2 Kekongruenan Dua Segitiga
Dua bangun yang mempunyai bentuk dan ukuran yang sama dinamakan kongruen.
Dua segitiga dikatakan kongruen jika memenuhi syarat berikut ini:
(i) sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang
(ii) sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.

4.3 Kesebangunan Bangun Datar
Dua bangun datar yang mempunyai bentuk yang sama disebut sebangun.
Tidak perlu ukurannya sama, tetapi sisi-sisi yang bersesuaian sebanding (proportional) dan sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.
Perubahan bangun satu menjadi bangun lain yang sebangun melibatkan perbesaran atau pengecilan.
Dengan kata lain dua bangun dikatakan sebangun jika memenuhi syarat:
  1. perbandingan panjang sisi yang bersesuaian senilai
  2. sudut yang bersesuaian besarnya sama
4.4 Kesebangunan Dua Segitiga
Dua segitiga dikatakan sebangun jika hanya jika memenuhi syarat berikut ini.
(i) Perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian senilai.
(ii) Besar sudut-sudut yang bersesuaian sama.

Bab V Bangun Ruang Sisi Lengkung

5.1 Tabung
Tabung adalah bangun ruang sisi lengkung yang dibentuk oleh dua buah lingkaran identik yang sejajar dan sebuah persegi panjang yang mengelilingi kedua lingkaran tersebut.
Tabung memiliki tiga sisi yakni dua sisi datar dan satu sisi lengkung.
Benda-benda dalam kehidupan sehari-hari yang menyerupai tabung adalah tong sampah, kaleng susu, lilin, dan pipa.

Luas tabung ekuivalen dengan jumlahan semua luas bangun penyusun dari jaring-jaring tabung. Jaring-jaring tabung terdiri atas dua lingkaran dan satu persegi panjang.

Materi Matematika Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018
Volume tabung adalah hasil perkalian dari luas alas tabung dengan tinggi tabung atau dapat dirumuskan sebagai berikut:

5.2 Kerucut
Kerucut adalah bangun ruang sisi lengkung yang dapat dibentuk dari tabung dengan mengubah tutup tabung menjadi titik. Titik tersebut biasanya disebut dengan titik puncak.
Kerucut memiliki dua sisi, yaitu satu sisi datar dan satu sisi lengkung. Kerucut merupakan limas dengan alas lingkaran.
Benda-benda dalam kehidupan sehari-hari yang menyerupai kerucut adalah topi ulang tahun, topi petani, dan cone es krim.

Luas permukaan ekuivalen dengan jumlahan semua luas bangun penyusun dari jaring-jaring kerucut. Jaring-jaring kerucut terdiri atas satu lingkaran dan satu selimut yang berbentuk juring.
Volume kerucut adalah 1/3 bagian dari volume tabung dengan jari-jari dan tinggi yang sama atau dapat dirumuskan sebagai berikut.

5.3 Bola 

Bola adalah bangun ruang sisi lengkung yang dibentuk dari tak hingga lingkaran yang memiliki jari-jari sama panjang dan berpusat pada titik yang sama.
Bola hanya memiliki satu sisi yang merupakan sisi lengkung.
Bola dapat dibentuk dengan memutar/merotasi setengah lingkaran sebesar 360o dengan diameter sebagai sumbu rotasi.

Materi Matematika Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Luas permukaan bola adalah sama dengan 4 kali luas lingkaran yang memiliki jari-jari yang sama atau dapat dituliskan sebagai berikut:

Materi Matematika Kelas 9 Kurikulum 2013 Revisi 2018 Volume bola adalah hasil kali 4/3π dengan pangkat tiga jari-jari bola tersebut atau dapat dituliskan sebagai berikut:

sumber: https://www.cahayapendidikan.com/materi-matematika-kelas-9-kurikulum-2013-revisi-2018


Read More »

Sejarah Kota Bandar Lampung

0 komentar

See the source image

Masa Pendudukan Belanda (1912-1942)

Wilayah Kota Bandar Lampung pada zaman kolonial Hindia Belanda termasuk wilayah Onder Afdeling Telokbetong yang dibentuk berdasarkan Staatsbalat 1912 Nomor: 462 yang terdiri dari Ibu kota Telokbetong sendiri dan daerah-daerah disekitarnya. Sebelum tahun 1912, Ibu kota Telokbetong ini meliputi juga Tanjungkarang yang terletak sekitar 5 km di sebelah utara Kota Telokbetong (Encyclopedie Van Nedderland Indie, D.C.STIBBE bagian IV).
Ibu kota Onder Afdeling Telokbetong adalah Tanjungkarang, sementara Kota Telokbetong sendiri berkedudukan sebagai Ibu kota Keresidenan Lampung. Kedua kota tersebut tidak termasuk ke dalam Marga Verband, melainkan berdiri sendiri dan dikepalai oleh seorang Asisten Demang yang tunduk kepada Hoof Van Plaatsleyk Bestuur selaku Kepala Onder Afdeling Telokbetong.

Masa Pendudukan Jepang (1942-1945)

Pada zaman pendudukan Jepang, kota Tanjungkarang-Telokbetong dijadikan shi (Kota) di bawah pimpinan seorang shichō (bangsa Jepang) dan dibantu oleh seorang fukushichō (bangsa Indonesia).

Masa Kemerdekaan Indonesia

Pawai Pembangunan Kota Bandar Lampung tahun 1940-an, saat ini di Jalan Kartini.
Sejak zaman Kemerdekaan Republik Indonesia, Kota Tanjungkarang dan Kota Telokbetong menjadi bagian dari Kabupaten Lampung Selatan hingga diterbitkannnya Undang-Undang Nomor 22 tahun 1948 yang memisahkan kedua kota tersebut dari Kabupaten Lampung Selatan dan mulai diperkenalkan dengan istilah penyebutan Kota Tanjungkarang-Telukbetung.
Secara geografis, Telukbetung berada di selatan Tanjungkarang, karena itu di marka jalan, Telukbetung yang dijadikan patokan batas jarak ibu kota provinsi. Telukbetung, Tanjungkarang dan Panjang (serta Kedaton) merupakan wilayah tahun 1984 digabung dalam satu kesatuan Kota Bandar Lampung, mengingat ketiganya sudah tidak ada batas pemisahan yang jelas.
Pada perkembangannya selanjutnya, status Kota Tanjungkarang dan Kota Telukbetung terus berubah dan mengalami beberapa kali perluasan hingga pada tahun 1965 setelah Keresidenan Lampung dinaikkan statusnya menjadi Provinsi Lampung (berdasarkan Undang-Undang Nomor: 18 tahun 1965), Kota Tanjungkarang-Telukbetung berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Tanjungkarang-Telukbetung dan sekaligus menjadi ibu kota Provinsi Lampung.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1983, Kotamadya Daerah Tingkat II Tanjungkarang-Telukbetung berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bandar Lampung (Lembaran Negara tahun 1983 Nomor 30, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3254). Kemudian berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 43 tahun 1998 tentang perubahan tata naskah dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II se-Indonesia yang kemudian ditindaklanjuti dengan Keputusan Wali kota Bandar Lampung nomor 17 tahun 1999 terjadi perubahan penyebutan nama dari “Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandar Lampung” menjadi “Pemerintah Kota Bandar Lampung” dan tetap dipergunakan hingga saat ini.

Hari Jadi Kota Bandar Lampung

Hari jadi kota Bandar Lampung ditetapkan berdasarkan sumber sejarah yang berhasil dikumpulkan, -terdapat catatan bahwa berdasarkan laporan dari Residen Banten William Craft kepada Gubernur Jenderal Cornelis yang didasarkan pada keterangan Pangeran Aria Dipati Ningrat (Duta Kesultanan) yang disampaikan kepadanya tanggal 17 Juni 1682 antara lain berisikan: “Lampong Telokbetong di tepi laut adalah tempat kedudukan seorang Dipati Temenggung Nata Negara yang membawahi 3.000 orang” (Deghregistor yang dibuat dan dipelihara oleh pimpinan VOC halaman 777 dst.)-, Berdasarkan Staabat Nomor: 10/1873 (Beslit Gouvenur General) tanggal 8 April 1873 nomor 15 tentang Pembagian Keresidenan Lampung menjadi 6 Afdiling TelokBetong dengan Ibu kota TelokBetong (Sumber Buku Selayang Pandang Kota Bandar Lampung) dan hasil simposium Hari Jadi Kota Tanjungkarang-Telukbetung pada tanggal 18 November 1982 serta Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 1983 tanggal 26 Februari 1983 ditetapkan bahwa hari Jadi Kota Bandar Lampung adalah tanggal 17 Juni 1682.

Sumber:wikipedia

Read More »

Cara Membuat Bubur Sumsun

0 komentar
sumber:cookpad

Bahan-bahan

2 porsi
  1. 1/2 bks santan instan kemasan kecil (me kara)
  2. 1/2 sdt garam
  3. 6 sdm tepung beras
  4. 500 ml air
  5. 1 lmbr daun pandan  
    Kuah Kincai :  
  6. 100 grm gula merah
  7. 75 ml air
  8. 1 lmbr daun pandan 

    Langkah

    20 Menit
    1. Campur tepung beras,santan dan air,aduk hingga tercampur rata
    2. Kemudian saring,masukkan daun pandan dan garam
    3. Masak dengan api sedang (cendrung kecil)aduk2 agar bagian bawah tidak gosong
    4. Masak hingga meletup2 sambik terus di aduk
    5. Campur semua bahan kuah kincai,masak hingga gula larut,pindahkan ke mangkok sambil di saring
    6. Selamat Mencoba,semoga berhasil!

Read More »

Lirik Lagu A Whole New World - Aladdin ost

0 komentar
I can show you the world
Shining, shimmering, splendid
Tell me princess
Now when did you last let you

I can open your eyes
Take you wonder by wonder
Over sideways and under
On a magic carpet ride

A whole new world
A new fantastic point of view
No-one to tell us no Or where to go
Or say we're only dreaming

A whole new world
A dazzling place I never knew
But when I'm way up here
It's crystal clear
That now I'm in
a whole new world with you

Unbelievable sights Indescribable feeling
Soaring, tumbling, free-wheeling
Through an endless diamond sky

A whole new world
A hundred thousand things to see
(Hold your breath it gets better)
I'm like a shooting star
I've come so far
I cant go back to where I used to be

A whole new world
(Every turn a surprise)
With new horizons to pursue
(Every moment red letter)
I'll chase them anywhere there's time to spare
Let me share this whole new world with you

sumber: google

Read More »

Materi IPA kelas 9 K13 revisi

0 komentar
Bab 1 Sistem Reproduksi pada Manusia

A. Pembelahan Sel
Pembelahan sel terjadi untuk kelangsungan hidup bagi semua makhluk hidup. Mengapa perlu pembelahan sel? Karena pembelahan sel berguna untuk pertumbuhan, perbaikan dan reproduksi.
Terapat dua jenis pembelahan sel yaitu mitosis dan meiosis.

Pada pembelahan mitosis sel dapat menghasilkan dua sel anakan yang memiliki karakter indentik secara genetik dengan sel induk.
Sedangkan pembelahan meiosis dapat menghasilkan empat sel anakan yang masing-masing sel anakan hanya memiliki separuh dari jumlah kromosom sel induk.

B. Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi Manusia

1.Organ Reproduksi pada Laki-laki
Alat reproduksi pada laki-laki ada dua macam, yaitu alat reproduksi luar dan alat reproduksi dalam. Untuk alat reproduksi luar terdapat diluar tubuh yang dapat diamati secara langsung yaitu penis dan skrotum.
Sedangkan alat reproduksi dalam merupakan alat reproduksi yang terletak pada bagian dalam tubuh dan tidak dapat diamaati secara langsung.
Yang termasuk alat reproduksi dalam yaitu testis, saluran sperma, dan kelenjar reproduksi (meliputi Vesikula Seminalis, Kelenjar Prostat, dan Kelenjar Cowper).
Sebagai tanda bahwa sistem reproduksi pada laki-laki telah matang adalah keluarnya cairan mani dari penis. Keluarnya mani terjadi pada saat anak laki-laki mimpi basah, umumnya terjadi pada usia 10-14 tahun.

2.Organ Rproduksi pada Perempuan
Seperti halnya alat reproduksi laki-laki, pada alat reproduksi perempuan juga dibedakan atas alat reproduksi luar dan alat reproduksi dalam.
Alat reproduksi perempuan yang terletak di luar yaitu vulva dan labium.
Sedangkan alat reproduksi perempuan yang terletak di dalam yaitu ovarium saluran reproduksi yang terdiri atas Saluran Telur, Rahim, dan Vagina.

C. Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia dan Pencegahannya
Kelainan dan penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi manusia. Antara lain: HIV/AIDS, Gonore (GO), Sifilis (Raja Singa),dan Herpes Simplex Genitalis. Selain itu juga Keputihan pada perempuan, dan Epididimitis pada laki-laki.
Kebersihan alat reproduksi yang kurang terjaga mudah terjangkit penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri, dan parasit lainnya.
Selain itu penyakit sistem reproduksi juga dapat terjadi akibat pergaulan bebas dan penggunaan narkoba.
Guna mencegah terjadinya penyakit pada alat reproduksi, sebaiknya menjaga kebersihannya dan menghindarkan diri dari pergaulan bebas dan narkoba.

Bab 2 Sistem Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan

A. Perkembangbiakan pada Tumbuhan

1.Perkembangbiakan Tumbuhan Angiospermae
Tumbuhan Angiospermae atau tumbuhan biji tertutup adalah tumbuhan yang memiliki ciri bakal biji berada dalam bakal buah (ovarium).
Jenis tumbuhan Angiospermae mengalami perkembangbiakan secara vegetatif dan generatif.
Perkembangbiakan vegetatif adalah cara perkembangbiakan tumbuhan dengan menggunakan bagian dari tumbuhan. Baik perkembangbiakan tanpa bantuan manusia (secara alami) maupun dengan bantuan manusia.

Jenis tanaman yang mampu melakukan perkembangbiakan vegetatif secara alami adalah rhizome, geragih, umbi lapis,umbi batang dan kuncup adventif daun.
Sedangkan perkembangbiakan vegetatif dengan buatan manusia dengan cara cangkok, merunduk, setek, menyambung dan okulasi.
Pada perkembangbiakan generatif sel sperma dan sel telur mengalami fertilasi, sehingga terbentuk embrio yang tersimpan pada biji. Sehingga biji dapat tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan baru.
Perkembangbiakan generatif terjadi dengan cara penyerbukan (polinasi), pembuahan (fertilisasi) dan penyebaran biji.

2.Perkembangbiakan Tumbuhan Gymnospermae
Tumbuhan Gymnospermae adalah tumbuhan yang bijinya tidak tertutup kulit buah atau berbiji terbuka. Contohnya tumbuhan pinus, pakis haji dan phon ginkgo.
Jenis tumbuhan Gymnospermae tidak memiliki bunga, tetapi memiliki alat perkembangbiakan generatif yang disebut strobilus atau runjung.
Pada tumbuhan pinus dan melinjo terapat dua jenis strobilus yaitu strobilus jantan dan strobilus betina.

3.Perkembangbiakan Tumbuhan Paku
Jenis tumbuhan paku tidak berkembangbiak dengan menggunakan bunga, melainkan menggunakan spora.
Namun demikian tumbuhan paku dapat berkembangbiak secara vegetatif maupun generatif.

4.Perkembangbiakan Tumbuhan Lumut
Lumut adalah tumbuhan hijau yang terdapat di atas bebatuan, yang hidup di daerah yang lembap.
Pada satu jenis lumut memiliki anteridium yang menghasilkan sel sperma dan arkegonium yang dapat menghasilkan ovum.
Lumut juga dapat mengalami perkembangbiakan vegetative melalui kuncup atau gemmae dan melakukan fragmentasi.

Teknologi Perkembangbiakan pada Tumbuhan
Seiring perkembangan teknologi pertanian, muncul pula ide-ide perkembangbiakan tumbuhan, misalnya dengan cara hidroponik, vertikultur, dan kultur jaringan tumbuhan.

Hidroponik adalah cara menanam dengan media larutan nutrisi dan mineral dalam air tanpa menggunakan media tanah.

Vertikultur adalah metode budidaya tanaman dengan membuat instalasi bertingkat (vertikal) untuk meningkatkan jumlah tanaman.

Kultur jaringan tumbuhan adalah metode mengembangbiakkan tanaman dengan cara mengambil suatu bagian dari tanaman.

B. Perkembangbiakan pada Hewan

1.Perkembangbiakan Aseksual pada Hewan
Terdapat hewan yang berkembang biak aseksual dengan membentuk tunas untuk menghasilkan keturunan. Contohnya, ubur-ubur dan hydra sp.
Adapula hewan yang berkembang biak aseksual dengan cara fragmentasi. Yaitu pematahan tubuh induk kemudian membentuk bagian tubuh yang lain. Akhirnya potongan tubuh tersebut menajdi individu baru dengan bagian tubuh yang lengkap.
Terakhir perkembangbiakan aseksual dengan cara partenogenesis yang dapat terjadi pada lebah, semut, kutu air, dan kutu daun.
2.Perkembangbiakan Aseksual pada Hewan
Merupakan proses perkembangbiakan melalui perkawinan antara hewan jantan dan hewan betina.
Perkebangbiakan ini dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu hewan vivipar, ovipar, dan ovovivipar.
Hewan vivipar adalah hewan yang melahirkan, ovipar hewan yang bertelur dan ovovivipar adalah hewan yang bertelur dan melahirkan.

Perkembangan Hidup Hewan
Tahap perkembangan hidup pada hewan mulai dari embrio, proses kelahiran, perkembangan menuju kedewasaan, berkembang biak, dan mati.
Terdapat hewan muda yang menuju kedewasaan tidak banyak mengalami perubahan fungsi dan struktur organ tubuh. Hewan muda hanya mengalami pertambahan ukuran sehingga menjadi besar, yang dikenal dengan perkembangan langsung.
Namun ada pula hewan muda memiliki struktur dan fungsi organ tubuh berbeda dengan hewan dewasa. Agar sama dengan hewan dewasa, hewan muda berkembang melalui tahapan tertentu, yang dikenal dengan perkembangan metamorfosis.

Teknologi Perkembangbiakan pada Hewan
Salah satu metode teknologi perkembangbiakan pada hewan adalah dengan melakukan kawin suntik atau inseminasi buatan.
Manfaat dari inseminasi buatan antara lain efisien waktu, efisien biaya, dan juga dapat memperbaiki kualitas pada hewan.

Bab 3 Pewarisan Sifat pada Makhluk Hidup

A. Molekul yang Mendasari Pewarisan Sifat

1.Materi Genetik
Setiap ciri atau sifat yang diwariskan dari orang tua kepada anak-anaknya merupakan warisan materi genetik.
Sehingga materi genetik memgang peranan penting dalam pewarisan sifat, seperti warna kulit, rambut, hidung, mata, bahkan penyakit tertentu.
2.Struktur DNA dan RNA
DNA (deoxyribonucleic acid) merupakan asam nukelat yang didalamnya terdapat suatu sel makhluk hidup. DNA memiliki struktur seperti suatu untai ganda yang membentuk heliks atau bentuk ulir.
Sedangkan RNA (ribonucleic acid) merupakan rangkaian nukleotida yang saling terhubung seperti rantai.
3.Peranan Materi Genetik dalam Penentuan Sifat
Dalam pewarisan sifat dikenal istilah sifat dominan dan dan sifat resesif. Sifat dominan adalah karakter yagn mempu mengalahkan atau menutupi karakter yang lain. Sedangkan resesif adalah karakter yang kalah.

B. Hukum Pewarisan Sifat

1.Persilangan Monohibrida (satu sifat beda)
Hukum Mendel 1 (hukum segregasi), pada waktu pembentukan gamet terjadi segregasi atau pemisahan alela secara bebas dari diploid menajdi haploid.

2.Persilangan Dihibrida (dua sifat beda)
Hukum Mendel 2.Menyatakan bila dua individu mempunyai dua atau lebih sifat, maka diturunkannya sepasang sifat secara bebas, tidak bergantung pasangan sifat lainnya. Dengan kata lain, alela dengan gen sifat yang berbeda tidak saling memengaruhi.

C. Pewarisan Sifat pada Makhluk Hidup dan Kelainan Sifat yang Diturunkan
Pewarisan Warna Kulit
Warna kulit dikode dengan gen, misalnya gen A, B, C yang mengode pembentukan pigmen kulit yaitu pigmen melanin.

1.Pewarisan Tipe Perlekatan Cuping Telinga
Cuping telinga dikontrol oleh gen, yaitu gen G untuk cuping telinga terpisahdan gen guntuk cuping telinga melekat.

2.Pewarisan Bentuk Rambut
Seperti halnya warna kulit dan telinga, bentuk rambut juga dikode oleh gen.
Terdapat dua macam gen yaitu gen C (dominan) mengode rambut keriting dan gen s (resesif) mengode rambut lurus

3.Pewarisan Bentuk Pertumbuhan Rambut pada Dahi
Gen pengontrol bentuk pertumbuhan rambut pada dahi dikenal dengan gen W (window’s Peak). Tumbuhnya rambut seperti huruf “V” dikontrol oleh gen W (dominan), sedangkan yang tidak seperti huruf “V” dikontrol oleh gen w.

4.Perwarisan Kelainan Buta Warna
Kelainan buta warna diakibatkan gen yang berda pada kromosom kelamin X.
Seorang perempuan akan menderita buta warna apabila kedua kromosom X mengandung gen buta warna. Sedangkan pada laki-laki juka kromosom X mengandung buta warna, maka akan menderita buta warna.

5.Pewarisan Kelainan Hemofilia
Hemofilia adalah kelainan dengan ciri darah penderita susah menggumpal ketika terjadi luka pada bagian tubuh.
Gen hemofilia terletak pada kromosom X yang ditandai dengan lambing Xh.
Jika wanita memiliki salah satu kromosom yagn mengandung hemofilia, maka ia akan menjadi pembawa kelainan hemofilia.
Sedangkan laki-laki yang menderita hemofilia adalah laki-laki yang memiliki kromosom X yang mengandung hemofilia.

D. Penerapan Pewarisan Sifat dalam Pemuliaan Makhluk Hidup
1.Pewarisan Sifat dalam Pemuliaan Tanaman

Dalam rangka pewarisan sifat dalam pemuliaan tanaman telah dilakukan dengan menyiapkan bibit unggul lewat varietas hibrida.
Varietas hibrida adalah jenis tanaman yang merupakan keturunan dari persilangan dua atau lebih tanaman dengan ciri genetik berbeda. Contohnya padi dan jagung hibrida.
2.Pewarisan Sifat dalam Pemuliaan hewan
Upaya pewarisan sifat sangat penting dalam pemuliaan hewan agar diperoleh hewan ternak dengan kualitas tinggi.
Misalnya ayam yang dapat menghasilkan telur yang banyak dan daging yang berkualitas. Sapi agar menghasilkan susu dan daging yang berkualitas pula.

Bab 4 Listrik Statis dalam Kehidupan Sehari-hari
A. Konsep Listrik Statis

1.Muatan Listrik
Atom tersusun atas partikel sub atom yaitu proton (bermuatan positif), neutron (tidak bermuatan), dan elektron (bermuatan negatif).
Jika suatu benda yang bermuatan posisif didekatkan dengan benda bermuatan negatif akan tarik menarik.
Sebaliknya benda bermuatan positif didekatkan dengan benda bermuatan positif akan tolak menolak.
Begitu pula dengan benda bermuatan negatif didekatkan dengan benda bermuatan negatif juga akan tolak menolak.
2.Hukum Coulomb
Semakin besar jarak benda yang bermuatan, semakin kecil gaya listrik antara benda tersebut dan sebaliknya.
Semakin besar muatan kedua benda, semakin besar gaya listrik antara benda tersebut.
3.Medan Listrik
Merupakan daerah sekitar muatan yang dapat menimbulkan gaya listrik terhadap muatan lain.
Arah garis gaya listrik ke dalam menunjukkan muatan listrik negative, dan arah ke luar menunjukkan muatan positif.
4.Beda Potensial dan Energi Listrik
Besarnya beda potensial listrik diperhitungkan dengan membandingkan besar energi listrik yang diperlukan dengan jumlah muatan listrik yang dipindahkan.

B. Penerapan Listrik Statis dalam Kehidupan Sehari-hari.

1.Kelistrikan pada sel saraf
Sistem kelistrikan pada tubuh hanya berkaitan dengan komposisi ion yang terdapat dalam tubuh.
Sel saraf menghantarkan impuls sebab terjadi pertukaran ion did lam dan di luar membaran sel saraf.
2.Hewan-hewan Penghasil Listrik
Jenis hewan yang menghasilkan listrik merupakan impuls rangsang dalam tubuhnya dalam rangka menanggapi rangsangan.
Hewan yang menghasilkan listrik antara lain ikan belalai gajah, ikan pari listrik, hiu kepala martil, echidna, belut dan lele listrik.
3.Penggunaan Listrik Statis dalam Teknologi
Dalam kehidupan sehari-hari, teknologi listrik statis sering digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain:
  • pengendap elktrostatis pada cerobong asap
  • pengecatan mobil
  • mesin foto kopi

Bab 5 Listrik Dinamis dalam Kehidupan Sehari-hari 

A. Konsep Listrik Dinamis

1.Arus Listrik
Terjadinya arus listrik karena adanya beda potensila listrik. Arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah, sedangkan arah elektron dari kutub negatif ke positif.
Pada rangkaian listrik tertutup besar arus listrik dengan menghitung besar muatan listrik yang mengalir pada rangkaian setiap detiknya. Materi IPA Kelas 9 Semester 1 Kurikulum 2013 Revisi 2018.

2.Hantaran Listrik
Setiap bahan memiliki daya hantar listrik yang berbeda-beda. Tembaga dan perak merupakan penghantar listrik paling baik, sedangkan plastik dan karet tidak dapat menghantarkan listrik.
Bahan yang dapat menghantarkan listrik disebut dengan konduktor, yang tidak dapar menghantarkan listrik disebut isolator.
Sedangkan bahan jika pada suhu dingin bersifat isolator dan suhu panas bersifat konduktor disebut bahan semikonduktor listrik.

3.Rangkaian Listrik
Menyala atau tidaknya lampu listrik tergantung pada rangkaian listrik.
Rangkaian listrik yang tidak memiliki percabangan kabel disebut rangkaian seri, dan yang memiliki percabangan kabel disebut rangkaian parallel.

Karakteristik Rangkaian Listrik

Menurut hokum Kirchcoff, besar arus listrik yang masuk ke dalam titik cabang kawat penghantar nilainya sama dengan arus yang keluar.
Pola pemasangan hambatan listrik akan berpengaruh pada besar kecilnya arus yang mengalir pada rangkaian tersebut.
Pada rangkaian seri kuat arusnya bernilai sama tetapi tegangannya berbeda-beda. Sebaliknya pada rangkaian paralel tegangan listrik bernilai sama, namun kuat arusnya berbeda.

Sumber Arus Listrik

Terdapat dua jenis sumber energi listrik, yaitu sumber arus searah (direct current =DC) dan arus bolak balik (Alternating Curent=AC).

Sumber-sumber Energi Listrik

Karena keterbatasan minyak bumi maupun batu bara, maka listrik dapat diperoleh dari berbagai sumber energy.
Antara lain, energi matahari, angin, panas bumi, air dan bioenergi.

B. Penggunaan Energi Listrik, Upaya Penghematan, dan Pencegahan Bahaya Penggunaannya

Penggunaan Energi Listrik di Lingkungan Sekitar

Selain untuk lampu, energi listrik juga digunakan untuk berbagai keperluan dalam kehidupan.
Adapun perhitungan biaya listrik dilakukan dengan mengalikan energi listrik yang dipakai dengan tarif dasar listrik per kWh.

Upaya Penghematan Energi Listrik

Menghemat energi listrik tidak hanya menghemat pengeluaran, namun juga dapat mengurangi terjadinya global warming.
Sebab pembangkit listrik yang menggunakan batu bara mengakibatkan emisi karbon bertambah besar.
Upaya penghematan dapat dilakukan dengan menggunakan listrik seperlunya, serta menggunakan lampu LED.


sumber : https://www.cahayapendidikan.com/materi-ipa-kelas-9-semester-1-kurikulum-2013-revisi-2018

Read More »